Sholawat Tujuh Puluh Ribu Malaikat
Posted On Tuesday, May 26, 2009 at at 4:37 PM by Pesma FIRDAUS MalangIslam adalah agama rohmat. Walaupun manusia dalam keadaan sakit seperti di atas, namun apabila ia menyikapi penyakitnya sebagaimana yang diajarkan Allah dan Rosul-Nya maka akan menjadi lading pahala dan kebaikan yang melimpah.
Terkait dengan sakit, Allah dan Rosul-Nya mengajarkan:
1. Apabila ada keluarga, tetangga, sahabat atau yang lainnya sedang sakit hendaklah di jenguk. Karena hal itu merupakan hak seorang muslim (hadis. no 894-5). Pensyarah Riadhus sholikhin mengatakan: “hukum menjenguk muslim yang sakit adalah “fardlu kifayah”” (apabila tidak ada yang mengunjunginya sama sekali maka orang sekampung/sewilayah tersebut, bisa mendapat dosa!!!ed.)
2. Ketika seorang muslim menjenguk saudaranya yang sedang sakit, maka selama ia menjenguk, pada saat itu ia telah memperoleh (pahala) sesuatu (seperti buah) dari surga hingga dia pulang (hadis. no 898)
3. Apabila seorang muslim menjenguk saudaranya yang sakit pada waktu antara subuh sampai terbit matahari (antara jam 5-6 pagi), maka tujuh puluh ribu malaikat mendo’akannya sampai sore hari (hadis. no 899) dan
4. Siapa yang menjenguk saudaranya yang sakit pada waktu sore (antara jam 4-5.30), maka tujuh puluh ribu malaikat pun mendoakannya sampai subuh.
Dalam suatu hadis disebutkan:
Seorang mukmin itu mamang ajib (luar biasa/menakjubkan).
Karena ketika mendapat nikmat ia bersyukur dan apabila ditimpa musibah ia bersabar.
Ber-bahagia-lah bagi orang yang mengetahui ajaran Allah dan Rosul-Nya serta mau melaksanakannya. sehingga dalam sakit pun ada pahala dan kebaikan yang melimpah!!
Sudahkah kita bersyukur ….
Sudahkah kita bersabar ….
Selamat belajar …..
Sambal Korek Ala El Firdausy
Posted On at at 4:28 PM by Pesma FIRDAUS Malang
Bismillah. Buat para penggemar sambal, mungkin anda bisa mengkoleksi salah satu resep kami, Laskar Firdaus.
Bahan-bahan:
Siapkan lombok secukupnya
Daun bawang merah
Garam
Petis
Bawang merah
Bawang putih
Ikan asin yang dipotong kecil-kecil
Jelanta (minyak sisa penggorengan)
Proses:
Panaskan minyak goreng dan jangan masukkan bahan sebelum panas, karena bisa menyebabkan kalori mengendap pada makanan yang digoreng. Setelah panas, masukkan bawang merah dan putih, plus daun bawang, tunggu sampai wangi, tiriskan. Lalu masukkan ikan asin, tunggu sampai kering lalu masukkan bawang-bawang yang telah digoreng sebelumnya, sekedar dipanasi saja lalu tiriskan. Selanjutnya, haluskan semua gorengan dalam cobek dan taburkan garam and petis sesuai selera… , tambahkan sedikit jelanta, selanjutnya siapkan lauk yang sudah ada and ….. sambal plus makanan yang lainnya siap dihidangkan.
Penasaran gimana rasanya??// silahkan mencoba … monggo!!!
Dhuha Berjama’ah .. bolehkah???
Posted On at at 4:24 PM by Pesma FIRDAUS Malang(HR Bukhari dan Muslim, dalam Majelis Ramadhan, Utsaimin; As’ad Yasin, h.43)
Apakah shalat dhuha boleh dilakukan secara berjama’ah??
Dalam berbagai kitab hadis tidak didapati hadis yang memerintahkan atau melarang secara sharih melakukan shalat sunnah dhuha secara berjama’ah. Namun, berdasarkan hadis dari Aisyah di atas, dapat dipahami bahwa:
Apabila ada dua orang atau lebih, yang melakukan sholat sunnah dhuha berjama’ah (Karena bertemu dan salah satu atau keduanya mengetahui bahwa yang lain hendak sholat dhuha kemudian melakukannya berjama’ah dengan tanpa kesepakatan dan perencanaan pengaturan pelaksanaan, tempat dan waktu, -ujug-ujug-) di suatu rumah atau tempat ibadah (masjid, musholla), maka diperbolehkan. Untuk sekali-kali saja dan hal itu pun tanpa rencana.
Apabila dilakukan dengan sengaja dan terencana (ter-ko-ordinir) maka hal demikian tidak ada sunnah dari nabi. Hendaknya tidak dilakukan, karena dikhawatirkan (apabila sengaja meng-agendakan dan merencanakan shalat sunnah dengan rapi dan berjama’ah secara rutin) termasuk kategori mengada-adakan urusan dalam agama (bid’ah). Sehingga sebagai upaya sadzud dzariah (menutup jalan ke arah melakukan bid’ah) maka shalat sunnah dhuha tidak usah di-ko-ordinir dan silahkan di lakukan sendiri-sendiri saja di rumah atau di kamar masing-masing agar tempat tinggal kita terpenuhi dengan cahaya kebaikan.
Sebaik-baik sholat sunnah adalah di rumah kecuali sholat wajib –al hadits-
Sudahkah kita menjadikan tempat tinggal kita sebagai tempat tinggal yang bercahaya..??
Hidup Sehat Bersama El-Firdausy
Posted On at at 4:06 PM by Pesma FIRDAUS MalangSebagai seorang muslim kita telah diajarkan oleh Rosulullah saw. untuk men-seleksi makanan kita terlebih dahulu sebelum makan. Ya.. tidak harus sate, gule, atau kebuli sih tapi kalau ada ya.. syukur alhamdulillah. Yang paling penting yang disyaratkan oleh Beliau yaitu: makanan itu harus ‘halalan toyyiban’ harus halal lagi baik.
Terkait dengan hal itu ada beberapa tips yang bisa diperhatikan oleh sahabat-sahabati, yaitu:
1. Sate
Sate itu kan dibakar terlebih dahulu sebelum dimakan. Ternyata dalam proses pembakaran tersebut, karbon hasil pembakaran arang sebetulnya secara otomatis ikut menempel pada daging sate kita. Oleh karena itu, sate bakar mempunyai kandungan zat karsinogen yang bisa menyebabkan kanker.
Solusi:
So.. ketika makan sate jangan lupa makan mentimun
(karena mentimun memiliki kandungan zat anti karsinogen)
2. Mie Instan
Mie adalah makanan pokok untuk mahasiswa. Tetapi berdasarkan penelitian yang ada, ternyata mie itu terdapat kandungan lilin, yang digunakan agar mie yang satu dengan yang lain bisa terpisah dan tidak menggumpal menjadi satu. Menurut ahli kesehatan, tubuh kita secara otomatis membutuhkan waktu 2 hari untuk membersihkan lilin (karena kita makan mie). sedangkan realitanya, kita makan mie dua sampai tiga hari atau bahkan setiap hari bagi yang kirimannya belum nyampek. Padahal, apabila lilin-lilin semakin menumpuk dalam tubuh kita, maka bisa menyebabkan kanker.
Solusi:
So.. Kalau makan mie jangan lupa diberi campuran tomato (karena tomato memiliki kandungan zat yang dapat menetralisir kandungan lilin). walaupun tomat dapat menetralisir, Tapi ya jangan kemudian “tiada hari tanpa mie..”
Kalo sakit, siapa yang susah…
-O0OSehat ala firdausy sehat ala Rosul O0O-
Waktu = Nilai Tambah
Posted On Friday, November 28, 2008 at at 4:46 PM by Pesma FIRDAUS MalangFilosofi waktu bagi seorang entrepreneur adalah nilai tambah, bagi seorang entrepreneur dengan waktu yang dimilikinya harus dapat memberikan manfaat bagi dirinya, keluarganya, dan lingkungan masyarakat sekitarnya. Bukankah di dalam Al-Quran dijelaskan, bahwa “Demi waktu, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh… Amal shaleh adalah sebuah nilai tambah yang kita berikan bagi diri kita, keluarga kita, bahkan lingkungan sekitar kita. Sejarah mencatat banyak sekali nilai tambah yang diberikan oleh banyak entrepreneur. Kita bisa melihat sosok Birokrat Muslim, Amirul Mukminin Umar Bin Abdul Aziz yang dalam waktu 2,5 Tahun bisa merubah kondisi masyarakatnya menjadi lebih sejahtera. Kita pun bisa melihat sosok-sosok inventor lainnya yaitu, Thomas Alfa Edison yang berhasil menemukan lampu pijar dan mendirikan berbagai perusahaan-perusahaan. Karena baginya waktu adalah nilai tambah, untuk bisa memberikan manfaat kepada sesamanya.
Jika kita menggali nilai-nilai di dalam Al-Quran seharusnya umat islam ini memiliki etos kerja yang tinggi, bersemangat, dan mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Agar kita selalu berpandangan demikian, maka cara pandang, cara berfikir kita tentang waktu harus kita ubah. Ya yang pertama kali mutlak kita rubah adalah mindset berikir kita. Kita harus berubah dari mindset berfikir orang-orang yang terjajah menjadi orang-orang yang kreatif, inovatif, dan selalu ingin memberikan manfaat bagi sesama. Jika kita telah merubah mindset ini, maka kita akan menjadi manusia yang kreatif, inovatif, produktif dalam hal memanaje waktu. Sudah kita sadari bersama bahwa seorang entrepreneur yang sukses selalu memiliki kreativitas, inovasi dan produktifitas dalam hal mengatur waktunya sehingga kehadiran dirinya selalu memberikan nilai tambah bagi lingungan sekitarnya.
Hal inilah yang menjadi kunci bagi seorang entrepreneur, begitu juga untuk memajukan syiar Islam, mutlak diperlukan jiwa-jiwa entrepreneur didalamnya, maka tidak heran jika para Nabi dan Rasul terlebih dahulu diberikan gemblengan dan pelatihan kepemimpinan dan entrepreneurship di usia mudanya, kita bisa melihat Nabi Muhammad yang dilatih berdagang di usia mudanya. Oleh karena itu, jiwa entrepreneurship ini sangat diperlukan bagi para santri yang suatu saat nanti akan terjun ke tengah-tengah masyarakat untuk mensyiarkan Islam.
Bandung, 14 Oktober 2008
Muhammad Abdurrahman Hanafi